Tabanan Ne Gung! HUT Kota Singasana Jadi Gerakan Bersama, Bangkitkan Ekonomi dan Solidaritas Sosial
Tabanan – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-532 Kota Singasana pada November mendatang diproyeksikan menjadi momentum penting dalam menggerakkan ekonomi rakyat di Kabupaten Tabanan. Selama sebulan penuh, rangkaian kegiatan yang melibatkan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Industri Kecil Menengah (IKM), serta puluhan komunitas kreatif ini diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga mencapai Rp20 miliar.
Tidak hanya berorientasi pada ekonomi, perayaan tahun ini juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan kebersamaan, dengan menyertakan berbagai aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat kecil. Pemerintah Kabupaten Tabanan menegaskan bahwa HUT Kota Singasana bukan sekadar pesta seremonial, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat solidaritas sosial dan semangat gotong royong.
“Selain menggerakkan ekonomi, kami ingin momentum HUT Kota ini menghadirkan nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Karena itu, aksi sosial juga kami selipkan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat kecil,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Dr. I Gede Susila.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia menjadwalkan penyerahan bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu sebagai dukungan terhadap program pengentasan kemiskinan ekstrem. Aparatur Sipil Negara (ASN) juga akan turut serta dalam aksi sosial seperti pengecatan trotoar dan pembersihan lingkungan sebagai wujud nyata semangat gotong royong kolektif.
“Kami ingin HUT Kota menjadi gerakan bersama, bukan hanya seremonial, tapi partisipatif — di mana seluruh elemen masyarakat ikut berkontribusi,” tambah Dr. Susila.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT Kota Singasana ke-532, I Gusti Made Darma Ariantha, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan, menjelaskan bahwa penyusunan agenda tahun ini berbasis riset dan kebutuhan nyata masyarakat. Panitia bahkan bekerja sama dengan salah satu universitas di Bali untuk menggali aspirasi warga dan generasi muda Tabanan.
“Hasil riset menunjukkan bahwa anak muda membutuhkan ruang yang ekspresif dan produktif. Karena itu, kami rancang kegiatan yang tidak hanya hiburan, tapi juga memberi ruang kreatif dan berdampak ekonomi,” terang Darma Ariantha.
Mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya, kegiatan HUT Kota Singasana 2024 yang hanya berlangsung tiga hari telah mencatat perputaran uang sekitar Rp750 juta per hari dari 69 pelaku UMKM, meskipun sempat diguyur hujan. Melihat antusiasme tersebut, tahun ini panitia memperluas skala kegiatan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata di berbagai wilayah Tabanan.
“Tahun lalu tiga hari saja perputaran ekonomi sudah Rp750 juta per hari. Sekarang, dengan kegiatan sebulan penuh dan jumlah pelaku yang lebih banyak, kami memperkirakan perputaran uang bisa mencapai sekitar Rp20 miliar,” ungkapnya optimistis.
Perayaan HUT tahun ini tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan, melainkan juga menjangkau wilayah potensial seperti Pantai Pasut di Kerambitan dan Pantai Kedungu di Kediri, agar dampak ekonomi dan partisipasi masyarakat semakin luas.
Dengan mengusung tema “Mule Jayaning Singasana Menuju Tabanan Era Baru”, kegiatan HUT Kota Singasana menonjolkan sinergi antara ekonomi rakyat, kreativitas anak muda, dan partisipasi komunitas. Sedikitnya 17 komunitas dari bidang seni, musik, olahraga, dan otomotif telah menyatakan kesiapan berpartisipasi.
Beberapa agenda unggulan yang akan digelar di antaranya turnamen Skate Park Kediri tingkat Bali, balap motor di Pantai Pasut Kerambitan, serta sarasehan petani muda milenial Tabanan yang mendorong regenerasi di sektor pertanian.
“Tabanan dikenal sebagai lumbung pangan Bali, karena itu kami selipkan kegiatan sarasehan untuk menumbuhkan minat generasi muda di bidang pertanian,” jelas Darma Ariantha.
Melalui perayaan HUT Kota Singasana ke-532 ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap kegiatan tidak hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga gerakan nyata membangun ekonomi, solidaritas sosial, dan kreativitas masyarakat menuju Tabanan Era Baru yang mandiri dan berdaya saing. (rls/red)


