Peringati HUT ke-532 Kota Singasana, ASN dan Masyarakat Gelar Persembahyangan Bersama serta Aksi Cinta Lingkungan
Tabanan – Suasana khidmat dan penuh makna spiritual menyelimuti Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, saat jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan bersama masyarakat melaksanakan Persembahyangan Purnama Sasih Kelima, Rabu (5/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-532 Kota Singasana Tahun 2025.
Persembahyangan yang diikuti ratusan peserta, terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tabanan serta masyarakat setempat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Ia didampingi para asisten Setda, kepala perangkat daerah, dan pegawai Pemkab Tabanan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi sosial dan lingkungan, berupa memberi makan ikan, pelepasan burung, serta penanaman pohon bersama. Simbol-simbol ini merepresentasikan semangat pelestarian alam serta kepedulian terhadap keseimbangan lingkungan hidup. Usai kegiatan tersebut, seluruh peserta melanjutkan persembahyangan di Pura Beji dan Pura Luhur Batukau, berlangsung dalam suasana teduh dan sarat rasa syukur.
Sekda Tabanan I Gede Susila dalam kesempatan itu menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT Kota Singasana, tetapi juga bentuk komitmen Pemkab Tabanan dalam menjaga keharmonisan dengan alam dan semesta.
“Melalui persembahyangan ini, kami ingin menegaskan kembali pentingnya keseimbangan antara manusia dan alam semesta. Pelestarian lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari semangat Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Dengan menjaga alam, kita menjaga kehidupan dan memastikan warisan terbaik bagi generasi mendatang,” ujar Susila.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan spiritual seperti ini menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta rasa syukur atas segala berkah yang telah diberikan.
“Kami berharap semangat keharmonisan ini terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga di tengah masyarakat, sehingga Tabanan dapat terus bergerak maju dengan tetap berlandaskan keseimbangan dan kearifan lokal,” imbuhnya.
Momentum Purnama Sasih Kelima ini menjadi refleksi spiritual bagi jajaran Pemkab Tabanan untuk terus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara parahyangan, pawongan, dan palemahan. Nilai-nilai tersebut merupakan wujud penerapan filosofi Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari.
Persembahyangan ini menandai bahwa perayaan HUT ke-532 Kota Singasana tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dimaknai secara spiritual sebagai momentum introspeksi, pelestarian alam, dan wujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. (rls/red)


