Loading Now
×

Terbaru

Pande Diah Sridevi, Putri Asal Klungkung Wakili Indonesia di Ajang Miss Cultural International 2025

Ni Putu Pande Diah Sridevi, gadis asal Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali, yang akrab disapa Devi, berhasil mewakili Indonesia dalam ajang Miss Cultural International 2025 yang berlangsung di Sabah International Convention Centre, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia

Klungkung – Ni Putu Pande Diah Sridevi, gadis asal Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali, yang akrab disapa Devi, berhasil mewakili Indonesia dalam ajang Miss Cultural International 2025 yang berlangsung di Sabah International Convention Centre, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, pada 1 hingga 9 November 2025. Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kimora Entertainment Network ini merupakan platform global yang berfokus pada budaya, kecantikan, dan pertukaran internasional, menghadirkan para peserta dari berbagai negara untuk memperkenalkan warisan budaya masing-masing dalam semangat persaudaraan dunia.

Sebagai perwakilan Indonesia, Devi tampil memukau dengan membawa semangat budaya Bali yang kental. Gadis berusia 21 tahun ini merupakan mahasiswa semester tujuh di Politeknik Transportasi Darat Indonesia – STTD serta anak pertama dari pasangan Ni Nengah Darsani dan I Made Suteja. Ia mengungkapkan bahwa motivasi terbesarnya mengikuti ajang internasional ini adalah untuk memperkenalkan kekayaan budaya Bali di kancah dunia sekaligus belajar dari keberagaman budaya negara lain. “Saya ingin dunia mengenal Bali dan Indonesia bukan hanya dari keindahan alamnya, tetapi juga dari nilai-nilai budaya, filosofi hidup, dan kehangatan masyarakatnya,” ujar Devi penuh semangat.

Meskipun belum berhasil membawa pulang mahkota juara, Devi tetap menorehkan prestasi tersendiri lewat sikap, semangat, dan pesan inspiratifnya di panggung dunia. “Meskipun panggung gemerlap, sorotan lampu, dan penobatan pemenang bukan milik saya, saya meninggalkan panggung tanpa rasa sesal. Kekalahan bukanlah akhir, melainkan titik balik,” tuturnya. “Saya memang tidak membawa pulang gelar, tetapi saya membawa pengalaman yang tak ternilai. Saya telah berdiri mewakili warisan saya, menjalin ikatan persaudaraan dengan perempuan hebat dari seluruh dunia, dan menemukan kepercayaan diri serta kekuatan suara yang sebelumnya tersembunyi. Kini, tugas saya sebagai duta budaya sejati baru saja dimulai. Kemenangan sejati bukan terletak pada crown, melainkan pada dampak dan inspirasi yang bisa saya tebarkan,” tambahnya.

Tak hanya berprestasi di dunia budaya, Devi juga dikenal sebagai sosok multitalenta dengan motivasi dan kemampuan di berbagai bidang, seperti teknologi informasi, olahraga, maupun seni. Gadis yang gemar menari dan menjelajahi wisata di Indonesia ini berpengalaman sebagai Master of Ceremony, model, host podcast, presenter, fotografer, dan editor konten. Ia juga dikenal sebagai pribadi pekerja keras, profesional, dan senang berorganisasi untuk memperluas jaringan sosial, serta memiliki semangat tinggi untuk terus belajar hal-hal baru demi pengembangan diri yang berkelanjutan.

Sebelum melangkah ke ajang internasional, Devi telah dikenal sebagai Duta Budaya Indonesia Provinsi Bali 2024. Perannya sebagai duta budaya bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab besar untuk menjadi penghubung antara warisan masa lalu dan perkembangan zaman modern. “Menjadi Duta Budaya adalah kehormatan untuk menjaga ingatan kolektif bangsa, menyalakan pemahaman lintas generasi, dan membawa identitas budaya ke panggung global melalui edukasi yang menginspirasi,” ujar Devi. Dengan semangat dan dedikasinya, Devi menjadi sosok muda yang membuktikan bahwa kecantikan sejati bukan hanya terletak pada penampilan, melainkan pada jiwa yang mencintai budaya, kerja keras, dan keinginan untuk memberi dampak positif bagi masyarakat dan bangsanya. (inwa)

Kabar Bali Terkini