Loading Now
×

Terbaru

Cindy Hapsari, Mahasiswi Undiksha yang Berhasil Eksplor AI di Perusahaan Media Terkemuka

Cindy Hapsari, mahasiswi S1 Ilmu Komputer semester 7, berhasil lolos dalam Program Magang Berdampak (Belmawa Dikti)

Keterangan Gambar : Cindy Hapsari saat Magang di Perusahaan Vidio.


Singaraja – Semangat belajar dan eksplorasi teknologi kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Teknik dan Kejuruan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Cindy Hapsari, mahasiswi S1 Ilmu Komputer semester 7, berhasil lolos dalam Program Magang Berdampak (Belmawa Dikti) dan memperoleh kesempatan langka untuk belajar langsung di perusahaan media digital terkemuka di Indonesia, Vidio. Keberhasilan ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa Undiksha dalam menjawab kebutuhan industri teknologi yang terus berkembang pesat.

Dalam program magang tersebut, Cindy ditempatkan pada divisi Content Strategic Analytics (Tim Product) Vidio. Di unit ini, ia terlibat langsung dalam pengembangan dan eksplorasi model Artificial Intelligence (AI) yang berperan penting dalam menentukan strategi konten perusahaan. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk memahami proses pengolahan data berskala besar dan bagaimana hasil analisis digunakan untuk mendukung keputusan bisnis berbasis teknologi.

Selama menjalani magang, Cindy berfokus pada dua proyek inti. Pertama, Content Forecasting, yaitu melakukan prediksi performa konten berdasarkan durasi tonton pengguna dan pola perilaku pelanggan berlangganan. Melalui pendekatan ini, tim dapat memperkirakan revenue per title dan menyusun strategi konten yang lebih efektif. Kedua, User Taste Mapping, yaitu membangun model pengenalan selera pengguna menggunakan metode clustering dan algoritma pembelajaran mesin. Model ini dikembangkan untuk membantu Vidio menyajikan rekomendasi konten yang lebih relevan dan personal kepada para penggunanya.

Cindy mengungkapkan bahwa program magang ini memberinya pengalaman belajar yang jauh lebih komprehensif dibandingkan pembelajaran di kelas. “Selama di Vidio, saya bisa mengeksplor berbagai tools AI yang sebelumnya hanya saya pelajari secara teori di kampus. Di sini, saya langsung berlatih dengan dataset internal Vidio yang jauh lebih kaya dan konkret, serta memahami bagaimana data-data itu digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa lingkungan kerja yang suportif membuat proses belajar semakin menyenangkan. “Mentor dan rekan kerja saya luar biasa proaktif. Bahkan sebagai mahasiswa, saya merasa didorong untuk berpikir dan bereksperimen seperti seorang engineer,” katanya.

Menurut Cindy, pengalaman magang di Vidio memberikan gambaran nyata tentang penerapan AI di industri hiburan digital. “Kalau di kampus, pembelajaran AI masih sebatas teori dengan data publik yang terbatas. Tapi di Vidio, saya bisa belajar praktik langsung menggunakan data yang konkret. Saya bisa bilang pengalaman ini 100 dari 10 karena perusahaan menyediakan tools yang sesuai, yang di kampus mungkin sulit diakses karena mahal,” ungkapnya.

Program Magang Berdampak sendiri hadir sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri. Wakil Ketua Tim Program Magang Berdampak Kemdiktisaintek, Dr. Ir. Wachyu Hari Haji, menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut. “Magang Berdampak hadir untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri nyata. Kolaborasi dengan mitra seperti Vidio memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari ekosistem media digital yang dinamis, sekaligus mengasah keterampilan yang akan menjadi bekal penting dalam karier mereka,” ujarnya.

Bagi Cindy Hapsari, pengalaman magang ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi langkah awal untuk mencapai cita-citanya menjadi AI Engineer atau peneliti di bidang kecerdasan buatan. Melalui pembelajaran langsung di industri, ia semakin yakin bahwa teknologi, data, dan kreativitas dapat menjadi fondasi penting dalam berkarya di masa depan. (Rim)

Kabar Bali Terkini