Loading Now
×

Terbaru

UNBI Deklarasikan Kampus Siaga Bencana, Perkuat Budaya Tanggap Risiko di Lingkungan Akademik

Universitas Bali Internasional (UNBI) pada Jumat (19/12) secara resmi mendeklarasikan Kampus Siaga Bencana, sebagai komitmen bersama seluruh sivitas akademika dalam menghadapi potensi bencana, mulai dari tahap mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan pascabencana.

Denpasar – Upaya membangun budaya siaga bencana di lingkungan pendidikan tinggi terus diperkuat. Universitas Bali Internasional (UNBI) pada Jumat (19/12) secara resmi mendeklarasikan Kampus Siaga Bencana, sebagai komitmen bersama seluruh sivitas akademika dalam menghadapi potensi bencana, mulai dari tahap mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan pascabencana.

Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen oleh pimpinan universitas, kepala lembaga, serta perwakilan mahasiswa yang diwakili Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor II UNBI, dr. I Gusti Lanang Made Rudiartha, MHA, dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan LLDIKTI Wilayah VIII, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali, BPBD Provinsi Bali, BMKG Kota Denpasar, serta seluruh sivitas akademika UNBI.

Ketua FPRB Provinsi Bali, I Putu Suta Wijaya, mengapresiasi langkah UNBI yang dinilainya progresif. Ia menyebut UNBI sebagai kampus pertama dari 35 perguruan tinggi yang berkomitmen di bawah naungan FPRB Bali yang secara resmi mendeklarasikan Kampus Siaga Bencana.

“Saya sangat senang dan mengapresiasi UNBI sebagai kampus pertama yang mendeklarasikan Kampus Siaga Bencana. Ini menjadi contoh baik bagi perguruan tinggi lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII dalam sambutan yang dibacakan perwakilannya menekankan pentingnya keberlanjutan program. UNBI diharapkan terus memperkuat satuan tugas bencana, memperbarui standar operasional prosedur (SOP), serta melaksanakan simulasi kebencanaan secara rutin dan berkelanjutan, tidak bersifat insidental.

Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Dr. I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, S.STP., M.Si.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi kesadaran Universitas Bali Internasional dalam menerapkan Kampus Siaga Bencana. Harapannya, komitmen ini dapat terus dijaga dan dilaksanakan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Tidak hanya sebatas deklarasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan seminar edukasi kebencanaan yang mengangkat topik gempa bumi dan tsunami. Seminar menghadirkan narasumber dari BMKG Kota Denpasar sebagai upaya meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan sivitas akademika terhadap potensi bencana alam.

Ketua BMKG Denpasar, I Ketut Sudiarta, S.A.P., M.Si, menjelaskan bahwa Indonesia berada di wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia.

“Potensi gempa bumi dan tsunami sangat tinggi. Sudah saatnya masyarakat, termasuk civitas akademika, memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Bali juga memiliki kerawanan yang perlu diantisipasi bersama,” jelasnya.

Sebagai penutup rangkaian acara, UNBI melaksanakan simulasi gempa bumi yang diikuti seluruh sivitas akademika. Sejumlah organisasi mahasiswa turut dilibatkan, di antaranya KSR UNBI, Mapala, BEM, serta Himpunan Mahasiswa Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Simulasi yang berlangsung selama 10 hingga 20 menit tersebut berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta.

Salah satu peserta simulasi, Nyoman Supangkat, Kabag Tenaga Pendidik UNBI, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Saya senang bisa ikut simulasi ini karena jadi tahu prosedur keselamatan saat terjadi gempa bumi,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan mahasiswa UNBI, Dewi Fitriani, yang menilai simulasi membuat peserta lebih siap menghadapi kondisi darurat meski sempat merasa tegang saat sirine dibunyikan.

Ditemui terpisah, Rektor Universitas Bali Internasional, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam upaya mitigasi bencana.

“Kampus Siaga Bencana bertujuan agar seluruh sivitas memahami tata cara dan prosedur penanggulangan bencana, baik bencana alam maupun non-alam. UNBI siap berkontribusi tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Terselenggaranya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, di antaranya Yayasan Anugerah Husada Bali, BMKG Kota Denpasar, BPBD Provinsi Bali, LLDIKTI Wilayah VIII, serta Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja UNBI. Ketua Tim Kampus Siaga Bencana UNBI, I Gusti Agung Haryawan, S.Sn., M.Erg, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut.

“Berkat dukungan banyak pihak, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Kami berharap Tim KSB UNBI ke depan dapat terus produktif dan konsisten,” katanya.

Deklarasi Kampus Siaga Bencana ini juga menjadi bagian dari rangkaian Bulan K3 Nasional yang diperingati pada 12 Januari–12 Februari 2026. UNBI telah dan akan melaksanakan sejumlah kegiatan pendukung, seperti Kuliah Pakar HIRADC dan JSA, Seminar Nasional, Pengabdian kepada Masyarakat, Temu Alumni, Penanaman Pohon, hingga puncak acara Safety Festival yang melibatkan pelajar SMA/SMK se-Bali. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Budaya K3 di Seluruh Lapisan Organisasi.” (rls/red)

Kabar Bali Terkini