Empat Warga Kurang Mampu di Nusa Penida Terima Bantuan Bedah Rumah
Klungkung — Harapan untuk memiliki rumah yang layak huni kini dirasakan empat warga kurang mampu di Kecamatan Nusa Penida. Mengawali tugas pemerintahan tahun 2026, Bupati Klungkung I Made Satria menunjukkan kepeduliannya dengan melakukan peletakan batu pertama bantuan bedah rumah bagi warga yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni, Sabtu (3/1).
Peletakan batu pertama tersebut menandai dimulainya pembangunan rumah bagi empat penerima bantuan yang tersebar di Desa Ped dan Desa Sakti. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya serta Camat Nusa Penida Kadek Yoga Kusuma.
Bupati Satria mengatakan, program bedah rumah ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga kurang mampu. Ia mengaku prihatin melihat kondisi rumah warga yang sebelumnya ditempati dalam keadaan tidak layak.
“Melalui bantuan ini, kami berharap warga bisa memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. Rumah yang layak adalah kebutuhan dasar dan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penerima bantuan harus memenuhi persyaratan administrasi, salah satunya memiliki lahan yang jelas, baik milik pribadi maupun pekarangan desa, guna menghindari permasalahan hukum di kemudian hari. Program bedah rumah ini, kata dia, akan terus dilanjutkan karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya menjelaskan bahwa bantuan bedah rumah tersebut bersumber dari program Corporate Social Responsibility ASITA Bali yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk merenovasi Rumah Tidak Layak Huni.
Empat warga penerima bantuan masing-masing adalah I Ketut Selamet (50) dari Banjar Pendem, Desa Ped; I Kadek Nadi (45) dari Dusun Biaung, Desa Ped; I Kadek Astina (55) dari Dusun Sebunibus, Desa Sakti; serta Nyoman Adnyana (44) dari Dusun Sebunibus, Desa Sakti.
“Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp40 juta, sehingga total anggaran yang disalurkan mencapai Rp160 juta,” jelasnya.
Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah warga, tetapi juga memberikan rasa aman, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. (rls/tin)
Bagikan ini:
- Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Redaksi KabarBaliTerkini.Com Kontak : info@kabarbaliterkini.com WA : 0878-3382-2848


