Loading Now
×

Terbaru

Dari Doa hingga Aksi Nyata, Tumpek Uye di Jembrana Jadi Momentum Peduli Hewan dan Lingkungan

Dari Doa hingga Aksi Nyata, Tumpek Uye di Jembrana Jadi Momentum Peduli Hewan dan Lingkungan

Foto : Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan lakukan penyemprotan disinfektan pada hewan ternak dalam Momentum Tumpek Uye

Jembrana – Peringatan Hari Raya Tumpek Uye di Kabupaten Jembrana tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam menjaga keseimbangan alam dan kesejahteraan hewan. Hal ini terlihat dalam peringatan Tumpek Uye yang dilaksanakan secara sekala dan niskala, terpusat di Pura Dang Kahyangan Jati, Banjar Ketapang Muara, Desa Pengambengan, Sabtu (7/2).

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Jembrana ini dihadiri Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, jajaran OPD, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan.

Secara sekala atau nyata, peringatan Tumpek Uye diisi dengan berbagai aksi pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti vaksinasi rabies, pemberian vitamin, penyemprotan disinfektan pada hewan ternak, serta penebaran benih ikan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesehatan hewan sekaligus mendukung ketahanan lingkungan dan sumber penghidupan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Pengambengan.

WhatsApp-Image-2026-02-07-at-18.00.28-1024x683 Dari Doa hingga Aksi Nyata, Tumpek Uye di Jembrana Jadi Momentum Peduli Hewan dan Lingkungan

Sementara itu, secara niskala, rangkaian Tumpek Uye dilaksanakan melalui persembahyangan bersama di Pura Dang Kahyangan Jati sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan penghormatan kepada seluruh ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Usai persembahyangan, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan bahwa Tumpek Uye mengajarkan nilai luhur tentang pentingnya memuliakan hewan dan menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dan alam.
“Tumpek Uye menjadi pengingat bagi kita semua bahwa hewan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Sudah sepatutnya kita merawat dan menjaganya dengan penuh tanggung jawab, tidak hanya melalui doa, tetapi juga lewat tindakan nyata,” ujarnya.

Ia menegaskan, peringatan Tumpek Uye yang jatuh setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Pawukon Bali, tepatnya Saniscara Kliwon Wuku Uye, merupakan momen refleksi agar manusia tidak bersikap eksploitatif terhadap makhluk hidup lainnya.
“Melalui kegiatan seperti vaksinasi rabies, pemberian vitamin, dan penyemprotan disinfektan, kita ingin memastikan hewan-hewan peliharaan masyarakat tetap sehat, karena kesehatan hewan juga berdampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraan manusia,” pungkasnya. (imm)

Kabar Bali Terkini