Loading Now
×

Terbaru

Pemkab Tabanan Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kolaborasi Bersama Capai Eliminasi TBC 2030

Rapat koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TBC) yang digelar di Ruang Pertemuan Yudistira Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Senin (2/3).

Foto : Rapat koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TBC) yang digelar di Ruang Pertemuan Yudistira Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Senin (2/3).

SINGASANA – Ancaman Tuberkulosis (TBC) masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Tabanan. Demi melindungi masyarakat dan menekan penularan, Pemerintah Kabupaten Tabanan memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui rapat koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TBC) yang digelar di Ruang Pertemuan Yudistira Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Senin (2/3). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030.

Dalam pertemuan tersebut dipaparkan bahwa cakupan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan bagi orang terduga TBC di Kabupaten Tabanan pada 2025 mencapai 123 persen, melampaui capaian Provinsi Bali sebesar 121 persen. Capaian ini menunjukkan semakin banyak masyarakat bergejala TBC yang telah mendapatkan pelayanan diagnosis dan pemeriksaan sesuai standar. Namun demikian, kasus TBC pada tahun yang sama tercatat meningkat sekitar 7 persen, sehingga strategi “temukan dan obati” perlu terus diperkuat secara konsisten dan berkelanjutan.

TP2TBC Kabupaten Tabanan dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Tabanan Nomor 180/922/03/HK/2024 dengan pembina I Komang Gede Sanjaya serta melibatkan seluruh perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tabanan, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, dan mitra terkait. Untuk mempercepat pencapaian target, Pemkab Tabanan telah menyiapkan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC yang mencakup penguatan kepemimpinan program, peningkatan akses layanan TOSS TBC yang bermutu, intensifikasi upaya kesehatan, pemanfaatan hasil monitoring dan riset, peningkatan peran komunitas, serta penguatan manajemen program melalui sistem kesehatan.

Seluruh perangkat daerah yang hadir juga menyatakan komitmen mengintegrasikan dukungan program dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2026. Sinergi ini sejalan dengan Visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani yang diusung Bupati I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati I Made Dirga.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati I Komang Gede Sanjaya menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC membutuhkan kerja kolektif semua pihak.

“Kami mengoordinasikan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan kegiatan percepatan eliminasi TBC melalui wadah TP2TBC. Ini bukan hanya tugas sektor kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kerja sama diperluas dengan lapas, asrama, sekolah, dan tempat kerja untuk pelaksanaan skrining serta investigasi kontak. “Jika memungkinkan, kami melaksanakan skrining menggunakan X-Ray pada populasi berisiko seperti kontak serumah, penderita diabetes melitus, ODHIV, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan. Bagi terduga TBC dengan hasil MTB negatif tetap dilakukan pemeriksaan penunjang agar tidak ada kasus yang terlewat,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya edukasi publik dan penghapusan stigma. “Kami bekerja sama dengan komunitas untuk edukasi, pendampingan, dan pelacakan pasien. Penyebarluasan informasi yang benar kami lakukan melalui media sosial bersama promosi kesehatan dan Dinas Kominfo. Tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah desa kami libatkan untuk mengurangi diskriminasi dan stigma,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan Ida Bagus Surya Wira Andi, S.Ked. selaku Ketua Pelaksana TP2TBC, menyampaikan bahwa penguatan kolaborasi difokuskan pada skrining dan edukasi di sekolah serta tempat kerja, dukungan sosial bagi pasien kurang mampu, intervensi lingkungan berbasis masyarakat, penguatan penganggaran lintas sektor, serta strategi komunikasi publik yang berkelanjutan.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, menegaskan komitmen penguatan komunikasi publik. “Diskominfo berkomitmen menyebarluaskan informasi yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat melalui website resmi, media sosial, dan Tabanan Media Center. Kami ingin memastikan masyarakat tidak takut melakukan pemeriksaan dan tidak memberikan stigma kepada pasien TBC,” ujarnya. (rls/red)

Kabar Bali Terkini