Bali Fashion Celebration 2025 Sajikan Perpaduan Urban Techno dan Budaya Lokal di ICCB
Badung – Perayaan mode paling bergengsi di Pulau Dewata, Bali Fashion Celebration (BFC) 2025, kembali digelar dengan megah di International Conference Center Bali (ICCB), Badung, Sabtu (12/7) malam. Mengusung tema “Urban Techno”, ajang ini berhasil menyuguhkan kemegahan dunia fashion masa depan yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal Bali.
Diselenggarakan oleh BaliSatu bersama desainer kondang Basundhari Hardy, BFC 2025 tampil jauh lebih spektakuler dibanding tahun-tahun sebelumnya. Memadukan teknologi canggih dan kekayaan warisan budaya, perhelatan ini menjadi sorotan dalam industri fashion Tanah Air dan Asia Tenggara.
Menggunakan panggung berstandar internasional dengan teknologi Stage X, sistem pencahayaan interaktif, hingga efek visual terkini, BFC 2025 tak hanya memanjakan mata penonton, tetapi juga menyentuh sisi emosional melalui keindahan simbolik yang ditampilkan. Venue ICCB dipilih karena fasilitasnya yang modern dan mampu mendukung pertunjukan fashion berskala besar dengan nuansa teknologi tinggi.
Acara terbagi dalam dua sesi utama, dimulai dengan tarian kontemporer yang memikat, berpadu dengan koleksi rajutan eksklusif karya Basundhari Hardy. Sorotan kemudian bergeser ke panggung runway yang menampilkan lebih dari 30 desainer dari dalam dan luar negeri, menciptakan atmosfer kolaboratif yang kaya akan inovasi.
Nama-nama besar turut ambil bagian dalam perhelatan ini, di antaranya Dave Lou, Purwakanthi.co by Adi Sufrianto, P Style Collection, Frankie Lou, DS Devi Santi, Rianty Batik, serta Ica Key USA. Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa BFC telah menjelma menjadi ajang mode bertaraf internasional.
Desainer legendaris asal Bali, Cok Abi, turut memamerkan karya eksperimentalnya yang memadukan kain tradisional Bali dengan sentuhan futuristik. “Menggabungkan tekstur kain tradisional Bali dengan sentuhan futuristik itu tidak mudah, tapi justru di situlah tantangan dan keindahannya,” ungkap Cok Abi.
Tak hanya menjadi panggung para maestro mode, BFC 2025 juga menjadi ruang ekspresi bagi desainer muda berbakat. Lewat pendekatan modern terhadap kekayaan lokal, mereka menyuguhkan perspektif segar yang diyakini akan membawa wajah baru bagi fashion Indonesia.
Lebih dari sekadar pertunjukan busana, BFC 2025 hadir sebagai medium diplomasi budaya yang mengangkat identitas Bali dalam balutan inovasi global. Ajang ini memperlihatkan bahwa Bali tak hanya menawan secara alamiah, tetapi juga unggul dalam kreativitas dan daya saing industri kreatif.
Dengan konsep matang, eksekusi profesional, serta dukung teknologi mutakhir, BFC 2025 sukses memikat hati para penikmat fashion dan pelaku industri kreatif. Sekaligus, memperkuat posisi Bali sebagai pusat tren fashion dan inovasi budaya di kancah Asia Tenggara. (rls/red)
Post Comment