Bali Hadapi Musim Hidrometeorologi, Kodam IX/Udayana Siap Kawal Kesiapsiagaan Lintas Sektor
Denpasar — Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Bali menghadapi potensi bencana hidrometeorologi memasuki tahap penting dengan digelarnya Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025–2026 oleh Pemerintah Provinsi Bali di Lapangan Puputan Niti Mandala Denpasar pada Selasa (2/12). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa pagi ini melibatkan ratusan personel lintas sektor dan mendapat dukungan penuh dari Kodam IX/Udayana, yang ditandai dengan kehadiran Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana Brigjen TNI Agus Muchlis Latif.
Apel tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dan diikuti sekitar 500 peserta dari unsur Forkopimda Provinsi Bali, instansi vertikal seperti BMKG, Basarnas, dan BPDAS, seluruh OPD Provinsi Bali, BPBD kabupaten/kota, dunia usaha, lembaga penyiaran publik, mitra kebencanaan, serta berbagai forum relawan. Keterlibatan unsur yang beragam ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi kuat untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
Dalam amanat Gubernur Bali yang dibacakan oleh Sekda, ditegaskan bahwa Bali merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, mulai dari gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, hingga cuaca ekstrem. Karena itu, apel kesiapsiagaan tidak dipandang sebagai kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret untuk memastikan seluruh unsur terkait benar-benar siap menghadapi keadaan darurat. Gubernur juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, optimalisasi sistem peringatan dini yang akurat, kesiapan sarana dan prasarana kebencanaan, peningkatan kemampuan SDM melalui pelatihan dan simulasi berkala, serta penguatan edukasi kebencanaan kepada masyarakat agar terbentuk budaya siaga bencana di Bali.
“Melalui Apel Siaga Bencana Tahun 2025 ini, saya berharap kita semakin solid, semakin sigap, dan semakin siap dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Mari menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas,” demikian penegasan Gubernur Bali yang disampaikan melalui Sekda.
Kehadiran Brigjen TNI Agus Muchlis Latif mewakili Kodam IX/Udayana dalam kegiatan ini memperlihatkan komitmen kuat jajaran TNI dalam mendukung pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun kesiapsiagaan bencana yang terpadu, profesional, dan tangguh di wilayah Bali–Nusa Tenggara. Kodam IX/Udayana memastikan kesiapan personel dan sumber daya untuk bersinergi dalam setiap upaya mitigasi dan penanganan bencana demi keselamatan masyarakat. (Adu)
Bagikan ini:
- Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Redaksi KabarBaliTerkini.Com Kontak : info@kabarbaliterkini.com WA : 0878-3382-2848


