Bencana di Marga: Wabup Tabanan Pimpin Langsung Penanganan di Lokasi
Foto : Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bersama Dandim 1619/Tabanan, Kapolres Tabanan, salah satu anggota DPRD Tabanan, dan jajaran terkait turun langsung ke lokasi terdampak.
Tabanan – Respons cepat Pemerintah Kabupaten Tabanan ditunjukkan dalam penanganan dampak cuaca ekstrem yang melanda Desa Kukuh dan Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Rabu (21/1). Selain menyebabkan kerusakan infrastruktur, bencana tersebut juga memicu peristiwa tragis yang menimpa warga, sehingga penanganan darurat menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Menindaklanjuti aduan masyarakat serta arahan Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bersama Dandim 1619/Tabanan, Kapolres Tabanan, salah satu anggota DPRD Tabanan, dan jajaran terkait turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Kunjungan diawali di Banjar Denuma, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, untuk meninjau kondisi gorong-gorong sungai yang mampet dan menyebabkan air meluap ke badan jalan saat hujan deras. Kondisi tersebut dinilai membahayakan aktivitas dan keselamatan warga sekitar.
Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum. Di lokasi ini, luapan saluran irigasi Subak Jemanik menerobos rumah kontrakan warga akibat longsor senderan Perumahan Asri II sepanjang kurang lebih 10 meter yang menutup aliran irigasi. Peristiwa yang terjadi pada subuh hari tersebut mengakibatkan satu keluarga menjadi korban.
Dalam kejadian tersebut, Yuliana Da Costa Makun (30) dan anak keduanya, Audrey Natania Banafanu (1,5), terseret arus dan hingga kini belum ditemukan. Sementara itu, suami korban, Semi Cristian Banafanu (31), mengalami patah kaki dan menjalani perawatan di RSUD Tabanan. Anak pertama mereka, Nhatalia De Quenza Banafanu (7), berhasil selamat.
Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, PMI, keluarga korban, dan masyarakat setempat masih melakukan upaya pencarian di sepanjang daerah aliran sungai.
Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Bupati I Made Dirga menyampaikan pesan Bupati Tabanan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh dalam penanganan dampak bencana serta pemulihan bagi para korban. Ia menegaskan sinergi lintas sektor terus dilakukan agar penanganan berjalan maksimal.
“Pasti akan dibantu. Jajaran teknis seperti Dinas PUPR dan BPBD sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi serta menghitung kerugian akibat bencana ini,” tegas Wabup Dirga.
Sesuai arahan Bupati Tabanan, Wabup Dirga juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Ia berharap peran media dapat membantu menyebarluaskan informasi tersebut agar sampai langsung ke masyarakat.
“Cuaca ekstrem ini belum selesai dan diperkirakan masih berlanjut hingga Maret. Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan saling bahu-membahu menjaga keselamatan bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam mengenali kondisi wilayah, khususnya bangunan yang berada di kawasan rawan bencana. Setiap potensi risiko diminta segera dilaporkan apabila tidak dapat ditangani di tingkat desa.
Selain itu, Wabup Dirga juga menyoroti persoalan sampah yang kerap menjadi pemicu banjir dan memperparah dampak bencana. Ia mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam pengelolaan sampah dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air.
“Mari bersama-sama menjaga lingkungan, karena dampaknya akan kembali dirasakan oleh masyarakat sendiri,” pungkasnya. (rls/adu)
Bagikan ini:
- Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Redaksi KabarBaliTerkini.Com Kontak : info@kabarbaliterkini.com WA : 0878-3382-2848


