Bulan Bung Karno 2025, DPD PDI Perjuangan Bali Gelar Grand Final Barista Kopi Bali di Tabanan
Tabanan– Semangat memperingati Bulan Bung Karno 2025 diwarnai dengan semarak Grand Final Lomba Barista Kopi Bali yang digelar oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Bertempat di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan pada Minggu (8/6), kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam perayaan tahunan yang sarat nilai ideologis tersebut.
Sebanyak 18 barista muda terbaik tampil menunjukkan keahlian mereka dalam meracik Kopi Bali. Mereka adalah perwakilan dari setiap DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota se-Bali yang telah lolos tahap penyisihan. Ajang ini menjadi panggung unjuk kreativitas sekaligus mempertemukan talenta muda dari seluruh pelosok Pulau Dewata.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., secara resmi membuka acara yang turut dihadiri oleh tokoh nasional PDI Perjuangan I Made Urip, jajaran pengurus partai tingkat provinsi dan kabupaten/kota, para kepala dan wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan, serta para kader dan simpatisan partai dari berbagai daerah di Bali.
Dalam sambutannya, Wayan Koster menegaskan bahwa Bulan Bung Karno merupakan agenda rutin yang dilaksanakan atas arahan DPP PDI Perjuangan. Politisi asal Sembiran itu menekankan pentingnya menjadikan lomba Barista Kopi Bali sebagai ruang kreatif sekaligus wujud nyata kontribusi partai bagi masyarakat.
“Tabanan dipilih bukan tanpa alasan. Daerah ini merupakan salah satu penghasil kopi terbaik di Bali. Ini juga bagian dari upaya kami dalam mengangkat potensi lokal agar semakin dikenal luas. Sejalan dengan arahan Ibu Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarnoputri, setiap kegiatan partai harus membawa dampak langsung dan positif bagi rakyat,” ujar Koster.
Tak hanya lomba barista, rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno tahun ini juga mencakup lomba Mixology Arak Bali serta lomba desain motif Endek Bali. Menurut Koster, kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bentuk konkret implementasi Tri Sakti Bung Karno, yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 yang mendorong pemanfaatan dan penggunaan produk lokal Bali, seperti Kopi Bali, Arak Bali, Endek Bali, dan buah-buahan lokal lainnya.
Proses penjurian dilakukan secara profesional oleh para ahli barista asal Bali yang telah mengantongi sertifikasi kompetensi berskala regional, nasional, hingga internasional. Aspek yang dinilai meliputi teknik penyeduhan, cita rasa, penyajian, hingga kreativitas dalam menyampaikan karakter khas Kopi Bali.
Salah satu finalis dari tuan rumah, Gideon Tanaka dari Desa Wanasara, Kecamatan Tabanan, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam lomba ini.
“Saya merasa sangat senang dan termotivasi. Ini bukan hanya kompetisi, tapi juga ruang untuk belajar dan mengasah kemampuan. Saya berharap kegiatan ini bisa terus dilanjutkan ke depannya, agar lebih banyak generasi muda Bali bisa ikut berkontribusi dalam industri kopi,” ujarnya.
PDI Perjuangan sebagai partai ideologis terus konsisten menapaki jalan perjuangan yang digariskan oleh Bung Karno. Melalui kegiatan seperti ini, partai tidak hanya memperingati warisan sejarah, tetapi juga membumikan nilai-nilai Pancasila dan Tri Sakti lewat langkah nyata yang berpihak pada rakyat dan kearifan lokal. (adu)
Post Comment