Deja Vu November: 11 Ruko Pasar Menanga Terbakar Dua Kali dalam Dua Tahun
Kebakaran melanda Pasar Menanga, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Rabu (19/11) sekitar pukul 13.30 WITA
Karangasem – Suasana khusyuk Hari Raya Galungan bagi umat Hindu mendadak berubah menjadi kepanikan ketika kebakaran melanda Pasar Menanga, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Rabu (19/11) sekitar pukul 13.30 WITA. Saat umat sedang melaksanakan rangkaian yadnya, kobaran api tiba-tiba muncul dan meludeskan deretan ruko di pasar milik Desa Adat Menanga tersebut.
Dari hasil pemantauan di lapangan, sebanyak 11 ruko habis dilalap api. Api pertama kali terlihat muncul dari salah satu toko, kemudian cepat merembet dan membakar satu blok bangunan ruko yang berdempetan. Beragam jenis barang dagangan hangus tak tersisa, mulai dari sembako, alat-alat sesajen, perabot rumah tangga, makanan ringan, alat pertanian, buah-buahan, hingga toko perhiasan emas dan parak. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.10 WITA.
Kapolsek Rendang, Kompol I Made Berata, S.H., M.H., dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa penyelidikan awal mengarah pada dugaan kelalaian saat persembahyangan Galungan.
“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga disebabkan oleh api dupa yang lupa dimatikan oleh pemilik kios setelah selesai melaksanakan persembahyangan Hari Raya Galungan,” ujarnya.
Pihak kepolisian memperkirakan kerugian mencapai Rp750 juta. Kompol Berata juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, terlebih di area komersial yang rentan terdampak jika terjadi kelalaian.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada dan memastikan api dupa atau lilin dipadamkan setelah selesai persembahyangan, terutama di area komersial seperti pasar,” tegasnya.
Peristiwa ini menambah daftar kebakaran yang pernah terjadi di lokasi yang sama. Catatan media menunjukkan bahwa dua tahun lalu, tepatnya 5 November 2023, kebakaran hebat juga menghanguskan 11 ruko di Pasar Menanga pada pukul 23.45 WITA.
Perbekel Desa Menanga, I Made Mahendra Sagita, melalui unggahan di media sosialnya, menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada para korban.
“Semoga kami dapat membantu sebisanya para korban, seperti dua tahun lalu, sesuai wewenang dan keterbatasan kami,” tulisnya.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait sumber api dan total kerugian yang ditimbulkan. Pemerintah desa bersama masyarakat adat juga mulai berkoordinasi untuk langkah penanganan lanjutan dan dukungan bagi para pedagang terdampak. (Tin)


