×

Didukung Hibah Miliaran Rupiah, Lapangan Desa Angantaka Kini Jadi Ruang Publik Warga

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meresmikan Lapangan dan Taman Desa Adat Ida I Gusti Ngurah Gde Abian di Desa Adat Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Selasa (3/3).

Foto : Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meresmikan Lapangan dan Taman Desa Adat Ida I Gusti Ngurah Gde Abian di Desa Adat Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Selasa (3/3).

Badung – Masyarakat Desa Angantaka kini memiliki ruang publik baru untuk berolahraga, bersosialisasi, dan menggelar kegiatan budaya. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meresmikan Lapangan dan Taman Desa Adat Ida I Gusti Ngurah Gde Abian di Desa Adat Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Selasa (3/3).

Peresmian yang bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kesanga tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Badung sebagai simbol resmi difungsikannya fasilitas publik bagi masyarakat.

Sebelum prosesi peresmian, rangkaian upacara adat terlebih dahulu dilaksanakan sebagai bentuk penyucian secara niskala. Upacara tersebut meliputi karya Melaspas, Caru Panca Sato, Rsi Gana, dan Mecaru Asu, sehingga lapangan dan taman dinilai telah layak digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Bupati Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa lapangan dan taman desa tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan historis bagi masyarakat.

“Lapangan ini adalah ruang publik yang sangat utama dan penuh makna. Ke depan, setiap desa di Badung harus memiliki taman representatif sebagai ruang interaksi sosial, rekreasi, dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong penataan lanjutan agar fasilitas tersebut semakin nyaman digunakan masyarakat. Beberapa rencana pengembangan yang disampaikan antara lain pelebaran jalur jogging, perapian rumput lapangan, penanaman pohon perindang, serta pengosongan area tengah lapangan untuk kegiatan olahraga dan permainan anak-anak.

Menurutnya, lapangan tersebut merupakan aset desa yang dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat Desa Adat Angantaka maupun Desa Adat Kekeran.

“Lapangan ini merupakan aset desa yang dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Titiyang selalu membuka ruang dukungan terhadap program desa dan desa adat sepanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Badung yang menyasar langsung kesejahteraan masyarakat. Di antaranya bantuan sosial sebesar Rp2 juta per penerima, bantuan Rp3 juta bagi warga lanjut usia berusia 75 tahun ke atas, serta program beasiswa S1 bagi 400 mahasiswa setiap tahun mulai 2026.

Program beasiswa tersebut diperuntukkan bagi anak petani, keluarga berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan, buruh, pemangku, serta pelaku UMKM, dengan pembiayaan penuh hingga wisuda selama empat tahun.

“Seluruh program ini merupakan komitmen titiyang selaku kepala daerah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Badung,” tegasnya.

Sementara itu, Ida Bagus Ngurah, yang bertindak sebagai Manggala Karya sekaligus Bendesa Adat Angantaka, menjelaskan bahwa pembangunan lapangan dan taman desa tersebut melalui proses yang cukup panjang, termasuk penataan dan mekanisme penukaran lahan dengan pemerintah provinsi yang sempat menghadapi kendala regulasi.

Menurutnya, berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Badung, pembangunan fasilitas tersebut akhirnya dapat direalisasikan.

Selain hibah pembelian lahan, melalui APBDes juga dialokasikan anggaran sebesar Rp880 juta untuk penataan lapangan, pembangunan Pelinggih Padmasari, prasasti, penerangan, serta fasilitas pendukung lainnya sebagai bentuk kolaborasi antara desa adat dan desa dinas.

Ia juga mengungkapkan bahwa Desa Adat Angantaka menerima hibah sekitar Rp11,062 miliar untuk pembelian lahan yang direalisasikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Bahkan pajak pembelian lahan juga ditanggung oleh pemerintah daerah sehingga tidak membebani desa adat.

Ke depan, pihak desa merencanakan pengembangan lanjutan seperti perluasan jogging track, penambahan taman peneduh, serta pembangunan fasilitas olahraga dan seni, termasuk lapangan voli dan ruang aktivitas budaya. Program tersebut direncanakan dapat direalisasikan pada periode 2027–2028 melalui pengajuan hibah lanjutan.

Ia menegaskan bahwa fasilitas ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Desa Adat Angantaka, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai ruang publik bersama.

“Kami bersama masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan penuh Bapak Bupati Badung Wayan Adi Arnawa yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat kami. Kami berharap keberlanjutan pembangunan desa dapat terus terwujud demi kesejahteraan masyarakat Angantaka,” pungkasnya. (Lis/red)

Post Comment