Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Diresmikan, Hadirkan Ruang Yadnya yang Tertata bagi Masyarakat Tabanan
Foto : Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. meresmikan Gedung Graha Yadnya Sanjayaning Singasana melalui prosesi ngupasaksi Upacara Pemelaspasan, Selasa (13/1).
Tabanan – Masyarakat Desa Adat Kota Tabanan kini memiliki sarana representatif untuk menunjang pelaksanaan upacara adat dan keagamaan. Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. meresmikan Gedung Graha Yadnya Sanjayaning Singasana melalui prosesi ngupasaksi Upacara Pemelaspasan, Selasa (13/1), sebagai wujud dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian adat, budaya, dan kehidupan beragama masyarakat.
Peresmian gedung yang berlokasi di Jalan Kresna Nomor 1, Tabanan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sanjaya, sekaligus menandai dimulainya operasional Graha Yadnya yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh krama desa adat sebagai pusat kegiatan yadnya, sosial, dan kemasyarakatan.
Upacara Pemelaspasan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Pesaji Dangin Carik sebagai bentuk penyucian secara niskala, agar bangunan yang diresmikan memiliki taksu serta memberikan rasa aman, nyaman, dan kedamaian bagi seluruh krama yang memanfaatkannya.
Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pembangunan Graha Yadnya bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, melainkan bentuk nyata kehadiran dan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung kehidupan adat, agama, dan budaya Bali.
“Graha Yadnya ini dibangun dengan tujuan mulia, untuk mempermudah krama dalam mempersiapkan sarana upacara secara tertata, sekaligus menjadi simbol keharmonisan pembangunan Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan,” ujar Sanjaya.
Ia juga menekankan bahwa aktivitas yadnya merupakan nafas kehidupan masyarakat Bali yang tidak terpisahkan dari keseharian krama. Oleh karena itu, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan fasilitas yang layak, nyaman, dan representatif agar pelaksanaan upacara adat dan keagamaan dapat berjalan dengan tertib dan bermartabat.
“Membangun itu tidak mudah, tetapi merawat jauh lebih sulit. Saya titipkan Graha Yadnya ini kepada masyarakat dan pengelola agar dijaga kebersihan, kesucian, serta dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan umat,” tegasnya.
Bupati Sanjaya menambahkan, Graha Yadnya diharapkan menjadi ruang bersama yang mampu memperkuat persatuan, gotong royong, serta nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat Desa Adat Kota Tabanan.
Sementara itu, Ketua Panitia I Gusti Made Adi Purama dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan penuh Bupati Tabanan. Ia mengungkapkan bahwa Graha Yadnya Sanjayaning Singasana merupakan gagasan dan inisiatif langsung dari Bupati Sanjaya yang telah lama menjadi harapan krama desa adat.
Kompleks Graha Yadnya ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti kori lumbung, gedung sekretariat, ballroom, bale pawedan, serta sarana pendukung lainnya yang terintegrasi dengan kawasan setra dan lingkungan desa adat. Gedung tersebut mulai beroperasi pada Januari 2026 dan diharapkan menjadi pusat pelayanan kegiatan yadnya dan keagamaan, tidak hanya bagi Desa Adat Kota Tabanan, tetapi juga sebagai contoh pengelolaan fasilitas keagamaan yang tertata dan berkelanjutan. (rls/Adu)
Bagikan ini:
Redaksi KabarBaliTerkini.Com Kontak : info@kabarbaliterkini.com WA : 0878-3382-2848


