Hadapi Lonjakan Mobilitas, Pemkab dan Polres Jembrana Siapkan Strategi Jelang Nyepi dan Lebaran
Foto : Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam Rangka Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar di Aula Polres Jembrana, Sabtu (7/3).
JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama aparat keamanan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman saat dua hari besar keagamaan berlangsung hampir bersamaan, yakni Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Aula Polres Jembrana, Sabtu (7/3). Pertemuan ini membahas strategi pengamanan serta pelayanan publik guna mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang dan setelah kedua perayaan tersebut.
Rakor yang melibatkan unsur pemerintah daerah, kepolisian, TNI, serta instansi terkait ini memetakan berbagai potensi kerawanan sekaligus merumuskan langkah antisipasi di lapangan.
Beberapa langkah strategis yang disepakati antara lain pengaturan arus mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk melalui rekayasa lalu lintas serta imbauan kepada masyarakat agar melakukan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan kendaraan.
Selain itu, pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM), LPG, serta memantau harga bahan pokok penting untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat selama periode hari raya.
Dari sisi keamanan lingkungan, aparat akan meningkatkan patroli di kawasan permukiman yang ditinggalkan pemudik guna mencegah tindak kriminalitas maupun potensi kebakaran. Sementara itu, kesiapsiagaan juga disiapkan untuk menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi serta gangguan pasokan listrik selama rangkaian ibadah berlangsung.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana I Made Budiasa yang mewakili Bupati Jembrana menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan kekuatan utama masyarakat Jembrana.
Menurutnya, momentum berdekatan antara Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri justru menjadi gambaran nyata harmoni dan toleransi yang telah lama tumbuh di daerah tersebut.
“Momentum beriringannya dua hari besar ini adalah cerminan indah keberagaman kita. Jembrana adalah role model kerukunan di Bali. Ini bukan soal siapa yang merayakan lebih dulu, tetapi bagaimana kita saling menjaga kenyamanan ibadah satu sama lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati memastikan kesiapan pengamanan untuk mendukung kelancaran kegiatan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa Polres Jembrana telah menyiagakan 245 personel gabungan yang diperkuat dengan 48 personel cadangan di luar operasi rutin.
Kapolres juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan keluar Bali agar merencanakan perjalanan lebih awal serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami mengharapkan masyarakat mengikuti rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan, termasuk mudik lebih awal dan membeli tiket sebelum tiba di pelabuhan, sehingga kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk dapat dihindari,” pungkasnya. (imm/red)



Post Comment