Loading Now
×

Terbaru

Jelang Imlek, Nyepi, dan Idulfitri, Pemkab Buleleng Perkuat Pengendalian Inflasi untuk Jaga Daya Beli Warga

High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Kamis (12/2)

Foto : High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Kamis (12/2)

BULELENG – Menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Nyepi, dan Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok. Melalui High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Kamis (12/2), pemerintah memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi demi menjaga daya beli masyarakat.

Pertemuan strategis tersebut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan dan diterima langsung oleh Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, didampingi Sekda Buleleng Gede Suyasa, unsur Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah terkait.

Bupati Nyoman Sutjidra menegaskan, pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, melainkan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terjangkau.

“Inflasi ini sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Kalau tidak kita kendalikan dengan baik, dampaknya langsung terasa. Karena itu, kita harus memastikan stok aman dan distribusi lancar, terutama menjelang hari raya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, inflasi Buleleng saat ini berada pada angka 2,59 persen secara tahunan (year on year), masih dalam rentang target nasional. Selain itu, pada Januari 2026 tercatat deflasi bulanan sebesar -0,4 persen (month to month). Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat pola kenaikan harga yang kerap terjadi saat permintaan meningkat menjelang hari raya.

Sejumlah langkah konkret pun disiapkan. Pemkab Buleleng akan mengintensifkan operasi pasar dan pasar pangan murah, memperkuat pengawasan distribusi, serta memastikan ketersediaan komoditas strategis tetap terjaga.

Dinas Pertanian juga mendorong gerakan tanam melalui pembagian bibit cabai kepada masyarakat sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga komoditas hortikultura, yang kerap menjadi penyumbang inflasi.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan mengapresiasi langkah cepat Pemkab Buleleng. Ia menyebut Buleleng sebagai kabupaten/kota pertama di Bali yang menggelar High Level Meeting TPID setelah pertemuan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan TPID Provinsi Bali.

Menurutnya, pengendalian inflasi di daerah berkontribusi langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional. Inflasi yang tidak terkendali dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Ronald juga mengingatkan sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai menjelang HBKN, antara lain cabai rawit, beras, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan tomat. Meski beberapa komoditas dalam kondisi surplus, lonjakan permintaan musiman tetap berpotensi memicu kenaikan harga.

Melalui forum ini, Pemkab Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan, agar inflasi tetap terkendali dan stabilitas ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat dapat terus terjaga.

Kabar Bali Terkini