Loading Now
×

Terbaru

Nelayan Bunutan Belum Kembali dari Melaut, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian di Perairan Karangasem

Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian intensif di perairan setempat untuk menemukan keberadaan I Nengah Sarem (68)

Foto : Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian intensif di perairan setempat untuk menemukan keberadaan I Nengah Sarem (68)

Karangasem – Seorang nelayan asal Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, dilaporkan belum kembali setelah melaut sejak Jumat sore. Tim SAR gabungan kini melakukan upaya pencarian intensif di perairan setempat untuk menemukan keberadaan I Nengah Sarem (68), yang hingga Sabtu (7/2) belum diketahui nasibnya.

Korban diketahui berangkat melaut pada Jumat (6/2) sekitar pukul 14.30 Wita. Karena hingga keesokan harinya tidak ada kabar, pihak keluarga bersama rekan sesama nelayan sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun belum membuahkan hasil.

Informasi resmi mengenai nelayan yang belum kembali tersebut baru diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Sabtu pukul 10.55 Wita dari Kepala Dusun setempat. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan persiapan operasi pencarian.

“Informasi adanya nelayan yang belum kembali kami terima pada pukul 10.55 Wita dan langsung kami tindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama unsur terkait,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Sebanyak enam personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem dikerahkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 12.30 Wita. Dengan menggunakan rigid inflatable boat (RIB), empat personel Tim SAR gabungan memulai penyisiran di sekitar area yang biasa menjadi lokasi korban melaut.

Dalam operasi ini, unsur SAR yang terlibat antara lain Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polairud Karangasem, Polair Polda Bali Pos Kubu, Pos TNI AL Candidasa, Polsek Abang, Koramil Abang, Babinsa Desa Bunutan, BPBD Karangasem, Balawista Amed, Bakamla Bali, Bhabinkamtibmas Desa Bunutan, Kepala Dusun setempat, keluarga korban, serta masyarakat nelayan sekitar.

Menurut Sidakarya, pihak keluarga sebelumnya juga telah melakukan pencarian secara mandiri. “Informasi dari keluarga, pencarian telah dilakukan menggunakan tiga jukung dengan enam nelayan, serta melibatkan kelompok Nelayan Bunutan dengan tujuh jukung yang bergerak ke arah selatan Lombok,” jelasnya.

Namun hingga sore hari, Tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Kondisi cuaca menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pencarian.

“Kendala di lapangan berupa cuaca mendung, angin kencang dengan kecepatan mencapai 10 kilometer per jam, serta gelombang laut yang cukup tinggi,” ungkap Koordinator Lapangan Operasi SAR, I Putu Handika Bhayangkara.

Sementara itu, operasi pencarian dihentikan sementara dan direncanakan akan dilanjutkan kembali pada Minggu pagi. Meski demikian, koordinasi dan komunikasi antar unsur SAR tetap dilakukan secara intensif. Apabila ada laporan atau informasi baru terkait keberadaan korban, tim SAR siap segera dikerahkan kembali ke lokasi. (rls/red)

Kabar Bali Terkini