Pemkab Tabanan Genjot OpenSID, Data Desa Kini Lebih Akurat dan Mudah Diakses Masyarakat
Foto : Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan
TABANAN – Pelayanan administrasi desa di Kabupaten Tabanan kini semakin mudah, cepat, dan transparan. Melalui optimalisasi Sistem Informasi Desa (SID), masyarakat dapat mengakses berbagai informasi penting desa secara lebih terbuka dan akurat.
Komitmen penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital tersebut ditegaskan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan sejak 23 Februari hingga 6 Maret 2026.
Kegiatan monev menyasar seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan untuk memastikan aplikasi Sistem Informasi Desa benar-benar dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung operasional pemerintahan desa. Pemantauan dilakukan tidak hanya pada aspek teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga pada efektivitas pemanfaatannya dalam pelayanan publik.
Saat ini, seluruh 133 desa di Kabupaten Tabanan telah memiliki aplikasi Sistem Informasi Desa. Infrastruktur digital dasar tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pelayanan administrasi, pengelolaan data kependudukan, pengarsipan dokumen, pendataan aset desa, hingga penyusunan berbagai laporan pemerintahan secara lebih tertata dan terintegrasi.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, saat dikonfirmasi pada Rabu (4/3) menegaskan bahwa Sistem Informasi Desa tidak hanya berfungsi sebagai alat administrasi internal, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong keterbukaan informasi publik.
“Sistem Informasi Desa bukan sekadar aplikasi administrasi. Melalui platform ini, pemerintah desa dapat mempublikasikan APBDes, realisasi anggaran, program pembangunan, serta berbagai informasi strategis lainnya yang memang menjadi hak masyarakat untuk mengetahuinya,” ujarnya.
Menurutnya, transparansi tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel dan dipercaya masyarakat. Informasi yang terdokumentasi dengan baik dan dapat diakses secara terbuka akan memperkuat partisipasi publik sekaligus meminimalkan potensi kesalahan dalam pengelolaan administrasi.
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi juga sejalan dengan visi Bupati Tabanan dalam mewujudkan Tabanan yang Madani, khususnya pada penguatan aspek Mandiri Data. Desa didorong agar mampu mengelola, memperbarui, serta memanfaatkan data secara akurat dan berkelanjutan sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
Selama pelaksanaan monev, kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari operator maupun perangkat desa. Selain melakukan evaluasi, tim juga memberikan penguatan pemahaman agar seluruh fitur dalam Sistem Informasi Desa dapat dimanfaatkan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dengan optimalisasi Sistem Informasi Desa, Pemerintah Kabupaten Tabanan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan desa yang modern, transparan, dan mandiri dalam pengelolaan data, sehingga pembangunan yang dijalankan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.



Post Comment