Loading Now
×

Terbaru

Pesan Tegas Bupati Jembrana Saat Kukuhkan Prajuru MDA: Ngayah untuk Sekala-Niskala

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat mengukuhkan Prajuru Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan se-Kabupaten Jembrana masa ayahan Isaka Warsa 1947–1952 atau periode 2026–2031, Rabu (14/1), di Gedung Ballroom Ir. Soekarno.

Foto : Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat mengukuhkan Prajuru Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan se-Kabupaten Jembrana masa ayahan Isaka Warsa 1947–1952 atau periode 2026–2031, Rabu (14/1), di Gedung Ballroom Ir. Soekarno.

Jembrana – “Saya ucapkan selamat sudah ikut ngayah di adat. Mari kita bekerja sama, bersinergi, dan berjalan beriringan,” ujar Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat mengukuhkan Prajuru Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan se-Kabupaten Jembrana masa ayahan Isaka Warsa 1947–1952 atau periode 2026–2031, Rabu (14/1), di Gedung Ballroom Ir. Soekarno.

Pengukuhan ini menjadi penanda dimulainya masa pengabdian para prajuru MDA di tingkat kecamatan dalam mengayomi desa adat, menyelesaikan berbagai persoalan adat, serta menjaga keharmonisan dan kelestarian nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat Jembrana.

Adapun prajuru yang dikukuhkan meliputi Ketua MDA Kecamatan Pekutatan I Kadek Suentra, Ketua MDA Kecamatan Mendoyo I Wayan Gelgel, Ketua MDA Kecamatan Jembrana I Ketut Wardana, Ketua MDA Kecamatan Negara I Negah Sudama, serta Ketua MDA Kecamatan Melaya I Wayan Reden.

Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan menegaskan bahwa pengukuhan prajuru MDA bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud pengabdian suci kepada adat, baik secara sekala maupun niskala.

Ia menyampaikan bahwa tugas prajuru MDA tidaklah ringan dan memiliki tanggung jawab besar yang setara dengan bendesa adat. Prajuru tidak hanya berperan dalam penegakan awig-awig, tetapi juga dituntut mampu mengayomi krama adat, memfasilitasi kepentingan masyarakat, serta menjadi penengah dalam berbagai persoalan adat.
“Saya tahu tugas prajuru itu berat, sama beratnya seperti bendesa. Tidak hanya bicara awig-awig, tetapi banyak hal yang harus dihadapi. Harus mampu mengayomi dan memfasilitasi. Ini luar biasa,” ungkapnya.

Bupati juga mengapresiasi keikhlasan para prajuru yang telah bersedia ngayah di bidang adat. Ia berharap ke depan Prajuru MDA dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis serta lestarinya adat istiadat di Kabupaten Jembrana. (imm/red)

Kabar Bali Terkini