Loading Now
×

Terbaru

Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih Digelar, Pemkab Tabanan Satukan Doa untuk Harmoni dan Keselamatan

Upacara sakral ini menjadi momentum penguatan nilai spiritual, kebersamaan, serta rasa syukur atas keharmonisan sekala dan niskala di lingkungan pemerintahan dan masyarakat Tabanan.

Tabanan – Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar Persembahyangan Bersama dalam rangka Upacara Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih di Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Sabtu (3/1). Upacara sakral ini menjadi momentum penguatan nilai spiritual, kebersamaan, serta rasa syukur atas keharmonisan sekala dan niskala di lingkungan pemerintahan dan masyarakat Tabanan.

Persembahyangan dihadiri langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama istri, didampingi Wakil Bupati I Made Dirga beserta istri, Sekda, jajaran perangkat daerah, Ketua DPRD Tabanan, pimpinan instansi vertikal dan BUMD, para sulinggih, pemangku, prawartaka karya, serta seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan.

Rangkaian upacara telah dimulai sejak Jumat (2/1) melalui prosesi Ngemijiang Ida Bhatara di Padmasana Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan, yang dilanjutkan dengan kegiatan pekemitan pada malam harinya. Puncak Pujawali dilaksanakan bertepatan dengan Rahina Tumpek Klurut, yang dimaknai sebagai hari kasih sayang dan keharmonisan bagi umat Hindu.

Upacara ini juga menjadi penyempurnaan yadnya pasca renovasi Kantor Bupati Tabanan pada tahun 2023. Momentum tersebut dimaknai sebagai wujud rasa syukur sekaligus doa bersama agar keseimbangan, keselamatan, dan kerahayuan senantiasa tercurah bagi Kabupaten Tabanan dan seluruh alam semesta.

Tak hanya berfokus pada kepentingan internal daerah, doa-doa juga dipanjatkan untuk saudara-saudara yang tengah tertimpa bencana di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Aceh dan Sumatera Utara. Hal ini mencerminkan kepedulian sosial dan solidaritas lintas wilayah yang terus dijaga oleh Pemkab Tabanan.

Suasana khidmat kian terasa dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dan pegawai melalui ayah-ayahan sekaa gong lanang dan istri, tarian rejang dewa, serta persembahan budaya tridatu. Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya bersama para istri kepala perangkat daerah dan pegawai perempuan turut ngayah menarikan Rejang sebagai bentuk persembahan tulus dalam upacara sakral tersebut.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan ngayah dengan penuh ketulusan. Ia menekankan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan ini merupakan kekuatan utama dalam menjaga kelancaran setiap yadnya.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran, sekaa gong, penari rejang, dan semua pihak yang telah ngayah dari pagi hingga puncak acara hari ini. Matur suksema atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, puncak karya ini merupakan bagian akhir dari rangkaian panjang yang telah dimulai sejak dua tahun lalu, sekaligus wujud komitmen bersama dalam menjaga adat, tradisi, dan nilai spiritual warisan leluhur. Menurutnya, perpaduan Pujawali pada Purnama Kapitu yang bertepatan dengan Tumpek Klurut memiliki makna yang sangat sakral dan mendalam.

Lebih lanjut, Sanjaya berharap momentum suci ini dapat menjadi landasan spiritual bagi seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan sraddha dan bhakti, sekaligus memperkuat semangat pengabdian. “Dari sinilah kita memohon berkah agar Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani dapat terwujud melalui restu Ida Bhatara dan kerja keras bersama,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bupati Sanjaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, khususnya dalam menghadapi berbagai bencana yang tengah melanda. Ia berharap semangat solidaritas dan doa bersama dapat menjadi penguat bagi bangsa Indonesia. “Mari kita berdoa agar saudara-saudara kita diberikan kerahayuan dan semoga bencana dapat segera berlalu,” pungkasnya. (rls/adu)

Kabar Bali Terkini