Loading Now
×

Terbaru

Sang Nyoman Sedana Arta, Pemimpin Bangli yang Tumbuh dari Akar Desa Sulahan

Dari akar desa di Sulahan hingga kursi bupati dua periode

Keterangan Gambar : Sang Nyoman Sedana Arta (Bupati Bangli 2024 – 2030)


Bangli – Tepat pada Sabtu (15/11), Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta genap berusia 53 tahun. Lahir pada 15 November 1972 di Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli, Sedana Arta dikenal sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian publik. Perjalanan hidupnya merupakan cermin dari kerja keras, komitmen, serta dedikasi yang tumbuh sejak masa mudanya di desa tempat ia dibesarkan.

Sedana Arta memulai pendidikan di SD Negeri 1 Sulahan (1978–1984), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Sulahan (1984–1987) dan SMA Negeri 1 Bangli (1987–1990). Selepas SMA, ia memperdalam bidang pariwisata melalui pendidikan Diploma di Politeknik Pariwisata Universitas Udayana (1990–1993), dan kemudian menyelesaikan studi S-1 Ekonomi di Universitas Mahendradatta (2002–2004). Kombinasi ilmu pariwisata dan ekonomi ini menjadi pondasi penting dalam membentuk pola pikir kepemimpinannya yang mengutamakan pengembangan potensi daerah.

Sebelum memasuki dunia politik, Sedana Arta meniti karier sebagai karyawan di Denpasar (1994–1996), kemudian mengembangkan usahanya sendiri sebagai Direktur Asas Cargo (1996–2009). Berbekal pengalaman tersebut, ia mulai menapaki panggung birokrasi ketika dipercaya menjadi Anggota DPRD Provinsi Bali periode 2009–2010. Setahun kemudian, ia mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Bangli, jabatan yang dipegangnya selama dua periode yakni 2010–2015 dan 2016–2021. Konsistensi dalam pengabdian tersebut mengantarkannya terpilih sebagai Bupati Bangli untuk periode 2021–2024 dan kembali memperoleh kepercayaan rakyat untuk memimpin Bangli pada periode 2025–2030.

Selain menjabat sebagai kepala daerah, Sedana Arta juga memegang peran strategis di bidang politik. Sejak 2015 hingga saat ini, ia menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangli dan berperan dalam memperkuat konsolidasi politik serta mendorong kolaborasi dalam pembangunan daerah. Di balik kiprahnya sebagai pejabat publik, ia dikenal sebagai pribadi yang hangat dan sederhana, serta selalu mendapat dukungan dari sang istri, Sang Ayu Nyoman Sariasih, yang turut mendampingi perjalanan karier dan pengabdiannya.

Menapaki usia ke-53 tahun, perjalanan hidup Sang Nyoman Sedana Arta memperlihatkan bahwa kepemimpinan adalah hasil dari proses panjang, pengalaman luas, dan dedikasi tanpa henti. Dari akar desa di Sulahan hingga kursi bupati dua periode, ia terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan Kabupaten Bangli melalui kerja nyata dan pelayanan kepada masyarakat. (Adu)

Kabar Bali Terkini