Siapkan Renja 2027, BRIDA Tabanan Perkuat Riset dan Inovasi Daerah
Foto : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan menggelar Rapat Forum Perangkat Daerah pada Kamis (5/3) di Ruang Rapat BRIDA Kabupaten Tabanan.
TABANAN – Upaya memperkuat pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Salah satunya melalui penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) Tahun 2027 yang dibahas dalam Rapat Forum Perangkat Daerah yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan, Kamis (5/3) di Ruang Rapat BRIDA Tabanan.
Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi penting untuk menghimpun saran dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan guna menyempurnakan rencana kerja BRIDA pada tahun mendatang.
Forum ini mengusung agenda utama pembahasan Rancangan Awal Renja Perangkat Daerah Tahun 2027 sekaligus penyelarasan program dan kegiatan dengan prioritas pembangunan daerah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah perangkat daerah terkait, Forum Perbekel Kabupaten Tabanan, serta Kelompok Ahli Pemerintah Kabupaten Tabanan.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Tabanan, I Gusti Made Darma Arianta, S.STP., M.Si. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa BRIDA memiliki tugas pokok dan fungsi melaksanakan fungsi penunjang penelitian dan pengembangan untuk mendukung kebijakan pembangunan daerah.
Menurutnya, keberadaan BRIDA memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Tabanan yang diusung Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).
“BRIDA hadir sebagai motor penggerak riset dan inovasi daerah. Kami memiliki mandat untuk mendorong kemandirian ekonomi daerah berbasis potensi sumber daya lokal, meningkatkan kapasitas inovasi daerah, serta memperkuat pemanfaatan hasil riset dan inovasi dalam pembangunan Kabupaten Tabanan,” ujar Darma Arianta.
Meski tergolong perangkat daerah yang relatif baru, BRIDA Tabanan dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata dalam penguatan inovasi daerah. Dalam kurun waktu sekitar tiga tahun sejak terbentuk, BRIDA berhasil mendorong peningkatan kapasitas inovasi di Kabupaten Tabanan.
Pada tahun 2024, Kabupaten Tabanan berhasil meraih predikat Kabupaten Inovatif, yang kemudian meningkat pada tahun 2025 dengan diraihnya predikat Kabupaten Sangat Inovatif.
Ke depan, Tabanan menargetkan capaian yang lebih tinggi.
“Cita-cita besar kami adalah pada tahun 2027 Kabupaten Tabanan mampu meraih predikat sebagai Kabupaten Terinovatif,” tambahnya.
Dari sisi Indeks Daya Saing Daerah yang dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kabupaten Tabanan saat ini berada pada nilai 3,50. Nilai tersebut menjadi pijakan penting bagi BRIDA untuk terus memperkuat peran riset dan inovasi sebagai basis pengambilan kebijakan pembangunan daerah.
Meski demikian, Darma Arianta mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi ke depan. Di antaranya terkait ketersediaan sumber daya manusia fungsional peneliti dan perekayasa, dukungan infrastruktur dan teknologi riset, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Kami menyadari bahwa penguatan ekosistem riset dan inovasi tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan dukungan semua pihak, baik pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha maupun masyarakat,” jelasnya.
Dalam rancangan program kerja tahun 2027, BRIDA Tabanan akan melaksanakan Program Penelitian dan Pengembangan Daerah yang mencakup penelitian dan pengembangan di bidang penyelenggaraan pemerintahan dan pengkajian peraturan, bidang sosial dan kependudukan, bidang ekonomi dan pembangunan, serta pengembangan inovasi dan teknologi.
Selain itu, BRIDA juga akan menjalankan Program Riset dan Inovasi Daerah yang meliputi kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, serta penguatan invensi dan inovasi daerah. Kerja sama dengan kalangan akademisi dan perguruan tinggi juga akan diperkuat sebagai bagian dari pengembangan ekosistem riset berbasis kolaborasi.
Darma Arianta menegaskan bahwa penyusunan Renja BRIDA Tahun 2027 diarahkan untuk semakin memperkuat kontribusi riset dan inovasi dalam mendukung arah pembangunan Kabupaten Tabanan.
“Melalui perencanaan yang matang dan kolaboratif, BRIDA berkomitmen mendukung terwujudnya Visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Riset dan inovasi harus menjadi fondasi dalam setiap pengambilan kebijakan pembangunan sehingga potensi daerah dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan BRIDA di Kabupaten Tabanan diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Melalui riset dan inovasi yang tepat guna, berbagai permasalahan pembangunan daerah dapat dicarikan solusi berbasis ilmu pengetahuan.
“Riset dan inovasi yang kami dorong bukan sekadar menghasilkan kajian akademis, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal, hingga pengembangan potensi daerah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Tabanan,” pungkasnya. (adu/rls/red)



Post Comment