Telkom dan BMM Gaungkan Literasi Sehat Berinternet, 1.800 Siswa Jadi “Cyberheroes” di Enam Provinsi
Bali – Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber di kalangan pelajar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi digital yang cerdas dan tangguh. Melalui program “CYBERHEROES: Literasi Sehat Berinternet”, kedua lembaga ini mengedukasi ribuan siswa untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan internet.
Program edukasi ini menyasar 30 sekolah dengan total peserta mencapai 1.800 siswa yang tersebar di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Di Provinsi Bali, kegiatan literasi digital ini telah berlangsung sejak Kamis (9/10), diikuti antusias oleh para siswa yang ingin memahami cara berinternet sehat dan aman.
Melalui kegiatan ini, PT Telkom dan BMM mendorong lahirnya “duta cyberheroes” di setiap sekolah—yakni siswa-siswi, bahkan guru, yang berperan aktif menyebarkan pengetahuan dan kesadaran digital di lingkungan pendidikan. Tujuannya tak lain adalah menciptakan budaya digital yang beretika, aman, dan produktif di kalangan pelajar.
“Ancaman cyber yang paling sering terjadi adalah email, SMS, telepon, dan tautan mencurigakan yang bertujuan mencuri informasi sensitif seperti username, password, dan OTP. Jika menerima pesan mencurigakan seperti ini, segera abaikan, meski mereka mengaku dari pihak terpercaya,” ujar Joni Setiyawan Saputra, S.Pd, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa cyber security kini menjadi bekal wajib di era digital, terlebih ketika data pribadi kian mudah diakses melalui berbagai platform keuangan, pencari kerja, dan media sosial.
Selain memberikan edukasi, program ini juga mengajak siswa untuk menciptakan konten positif yang akan dipublikasikan melalui media sosial sekolah dan komunitas, sebagai bagian dari kampanye literasi digital yang berkelanjutan.
PT Telkom dan BMM berharap, kegiatan ini dapat menjangkau ratusan ribu pelajar di seluruh Indonesia, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melindungi data pribadi, serta membentuk generasi muda yang cerdas, bijak, dan terlindungi dari kejahatan dunia maya. (rls/red)


