Viral Konten Sembahyang dengan Foto Bunga, Dua Siswa di Bali Minta Maaf dan Janji Berbenah
Bali – Sebuah video yang sempat viral di media sosial, memperlihatkan aksi dua siswa SMK di Bali menggunakan gambar bunga dalam ponsel saat membuat konten sembahyang di sekolah, telah memicu perdebatan luas terkait penghormatan terhadap nilai-nilai agama Hindu. Menanggapi insiden ini, Yayasan Jaringan Hindu Nusantara (YJHN) mengambil langkah tegas dengan menyelenggarakan pertemuan pembinaan kepada kedua siswa tersebut.
Kedua siswa, Bayu (pembuat video) dan Kadek Dwi (pengunggah video), masih duduk di kelas II SMK dan berusia di bawah umur. Dalam pembinaan ini, YJHN memilih pendekatan edukatif untuk menanamkan pemahaman yang lebih dalam tentang nilai-nilai agama Hindu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Babinsa, Linmas, Perwakilan PHDI Kecamatan, Kelian Dinas, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, serta orang tua dari kedua siswa.
Dalam diskusi, semua pihak menyampaikan penyesalan mendalam atas tindakan yang dianggap mencerminkan kurangnya penghormatan terhadap nilai-nilai agama Hindu. Kedua siswa yang beragama Hindu ini juga mengakui bahwa perbuatan mereka tidak hanya menyinggung masyarakat luas tetapi juga melecehkan keyakinan mereka sendiri.
Sebagai tindak lanjut, Yayasan Jaringan Hindu Nusantara memberikan beberapa rekomendasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Para orang tua diimbau untuk lebih aktif mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anak mereka, sementara pihak sekolah diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap siswa serta memperkuat pendidikan agama dan nilai-nilai budi pekerti.
Dalam pertemuan tersebut, Bayu dan Kadek Dwi menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas tindakan mereka. Mereka berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di masa depan. Sebagai bentuk tanggung jawab, kedua siswa ini telah memberikan klarifikasi, baik secara langsung maupun melalui video. Dengan demikian, YJHN menyatakan bahwa kasus ini telah dianggap selesai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya sahabat Facebook, atas masukan dan kritik yang membangun demi kebaikan generasi mendatang,” ujar Wayan Kantha Adnyana, perwakilan dari Yayasan Jaringan Hindu Nusantara. “Jika terdapat kekurangan atau ketidakpuasan atas langkah yang kami ambil, kami memohon pengertian atas keterbatasan kami.”
Dengan pendekatan ini, YJHN berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran berharga dari kasus ini, sekaligus memperkuat penghayatan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. (Tin)
Post Comment