Loading Now
×

Terbaru

Wabup Dirga Apresiasi Penampilan Peserta Disabilitas di Utsawa Dharma Gita Kota Singasana

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, yang hadir mewakili Bupati Tabanan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta.

Tabanan – Komitmen Kabupaten Tabanan dalam membangun ekosistem seni budaya yang ramah disabilitas kembali terlihat dalam penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita yang berlangsung Jumat (28/11) di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan. Ajang yang digelar dalam rangka HUT ke-532 Kota Singasana ini menghadirkan nuansa berbeda, dengan tampilnya sekaa shanti penyandang disabilitas sebagai salah satu finalis yang berkompetisi sejajar dengan peserta lainnya.

Dalam laporan panitia, disebutkan bahwa Utsawa Dharma Gita tahun ini dirancang lebih inklusif sebagai wujud dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap kesetaraan dan penghargaan terhadap keberagaman. Melalui mekanisme seleksi digital, puluhan peserta dari berbagai kecamatan mengikuti proses kurasi hingga terpilih sejumlah finalis, termasuk kelompok disabilitas yang dengan penuh percaya diri tampil di panggung.

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, yang hadir mewakili Bupati Tabanan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta. Ia secara khusus memberikan penghargaan kepada sekaa shanti penyandang disabilitas yang telah menunjukkan keberanian, kemampuan vokal, serta kecintaan yang tulus terhadap seni sastra Dharma Gita.

“Utsawa Dharma Gita bukan hanya ruang pelestarian budaya, tetapi juga panggung keberanian dan kesetaraan. Penampilan peserta disabilitas hari ini menunjukkan bahwa setiap warga, tanpa kecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berkontribusi,” ujar Wabup Dirga.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus memperkuat program-program inklusif yang membuka ruang partisipasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, seni dan budaya adalah medium yang mampu menyatukan perbedaan serta memperkuat rasa kebersamaan.

Pelaksanaan Utsawa Dharma Gita tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi vokal sastra, tetapi juga perayaan nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan kebersamaan yang menjadi fondasi masyarakat Tabanan. Keberanian dan energi positif para peserta, termasuk mereka yang menyandang disabilitas, menjadi inspirasi bahwa seni adalah milik semua. (inwa)

Kabar Bali Terkini